Memiliki seseorang yang dapat kita sukai itu begitu menyenangkan. .
Tetapi bagaimana jika kita hanya dapat menatapnya, mengaguminya dari belakang. Perasaan itulah yang kurasakan.
'Aku tidak pernah membayangkan, seorang sepertimu dapat menguras pikiran dan perasaanku dalam sekejab. Beginikah nasib jika aku terlanjur mencintaimu ?'
Pilihan saya hanya satu. .
Memilih diam, sampai akhirnya kaki ini melangkah kesalah satunya. .
Jika saya memilih One Way akan banyak luka dan perih yang terasa. Tetapi semangat untuk selalu berada didekatnya, semangat akan supaya dilihatnya selalu berkobar. Komitmen akan bersamanya selalu ada. Bagaikan hanya ada dia dihati ini.
Kalaupun saya memilih Another, akan banyak tekanan-tekanan mendesak kembali ke jalan sebaliknya. Takut tiba-tiba memilih hal ini malah justru membuat langkah terhenti dan ragu-ragu. Sisi terangnya, jika saya KUAT, lebih mudah menemui hal baru yang menarik perhatian, warna.
Jika saya memilih One Way akan banyak luka dan perih yang terasa. Tetapi semangat untuk selalu berada didekatnya, semangat akan supaya dilihatnya selalu berkobar. Komitmen akan bersamanya selalu ada. Bagaikan hanya ada dia dihati ini.
Kalaupun saya memilih Another, akan banyak tekanan-tekanan mendesak kembali ke jalan sebaliknya. Takut tiba-tiba memilih hal ini malah justru membuat langkah terhenti dan ragu-ragu. Sisi terangnya, jika saya KUAT, lebih mudah menemui hal baru yang menarik perhatian, warna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar